KUNCI SUKSES DITANGAN KITA BUKAN DITANGAN ORANG LAIN

Rabu, 11 Januari 2017

pidato bahasa arab 3. Menghormati orang tua dan guru



TEMA: MENGHORMATI ORANG TUA DAN GURU


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.  اَلْحَمْدُ ِللهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ، الَّذِي حَبَانَا بِالْإِيْمَانِ وَاْليَقِيْنِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، خَاتَمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنْ، وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Kebenaran, dan Maha Nyata. Yang mencintai kita dengan Keimanan dan Keyakinan. Sholawat kita tujukan terhadap Tuan Nabi Muhammad, Nabi dan rosul Akhir zaman. Serta para keluarga yang baik dan para sahabat yang terpilih. Dan orang-orang yang mengikuti Nabi dalam kebaikan sampai akhir jaman.
مَعَاشِرَ الحُكَّامِ الْكِرَامِ ! أَيُّهَا اْلإِخْوَانُ وَاْلأَخْوَاتُ اْلأَعِزَّاءُ!
حَيَّا بِنَا، نَشْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ، الَّذِيْ قَدْ أَعْطَاناَ نِعَمًا كَثِيْرَةً، مِنْهَا نِعْمَةُ اْلإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَكَذَلِكَ نِعْمَةُ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ، حَتَّى نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَجْتَمِعَ فِيْ هَذَااْلمَكَانِ اْلمُبَارَكِ.  صَلاَةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ عَلَى حَبِيْبِنَا المُصْطَفَى، مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، سَيِّدُ اْلخَلْقِ وَ اْلخُلُقِ.
Para Hakim yang terhormat...! Saudara-saudari yang terhormat. Mari kita bersyukur kepada Allah yang Maha Lembut dan Maha Agung. Sesungguhnya Dia yang memberi kita nikmat yang besar. Diantaranya nikmat iman dan islam. Begitu juga nikmat sehat wal afiat. Sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mubarok ini. Sholawat dan salam tetap terjurahkan kepada kekasih kita yang terpilih yakni Nabi Muhammad SAW. Pimpinan Makhluk dan akhlaq

الآنْ، فِيْ هَذِهِ اْلمُنَاسَبَةِ السَّعِيْدَةِ، سَأُلْقِيْ كَلِمَةً أَوْ كَلِمَتَيْنِ عَنْ اِحْتِرَامِ الْوَالِدَيْنِ وَاْلمُعَلِّمِ
Sekarang. Di pertemuan yang bahagia ini saya akan menyampaikan satu kata, dua kata tentang menghormati kedua orang tua dan guru

.


أَيُّهَا اْلحَاضِرُوْنَ الكِرَامُ!
إِنَّ لِلْوَالِدَيْنِ عَلى أَبْنَائِهِمَا حُقُوْقاً كَبِيْرَةً، وَمَكَانَةً عَظِيْمَةً، فَهُمَا سَبَبٌ وَجُوْدُكُمْ فِيْ اْلحَيَاةِ، فَكَمْ تَعِبًا مِنْ أَجْلِكَ، وَكَمْ سَهْرًا عَلَى رَاحَتِكَ، وَكَمْ تَحَمُّلًا مِنَ اْلعَنَتِ وَالْمَشَقَّةِ حَتَّى تَرْتَاحُ
Para hadiran yang terhormat.!
Sesungguhnya dua orang tua mempunyai hak yang besar terhadap anaknya. Tempat yang agung, dua orang tua adalah sebab adanya kehidupan ini. Dan berapa banyak kepayahan dengan adanya kamu, berapa banyak kenyamanan untukmu. Bagaimana bertanggung jawab atas kesulitan, kesulitan bahkan selebihnya.

قَدْ جَعَلَ اللهُ لِلْوَالِدَيْنِ مَنْزِلَةً عَظِيْمَةً لَا تَعْدِلُهَا مَنْزِلَةً، فَجَعَلَ بِرَّهُمَا وَاْلاِحْتِرَامَ إِلَيْهِمَا وَالْعَمَّ عَلَى رِضَاهُمَا فَرْضًا عَظِيْمًا، وَذَكَرَهُ بَعْدَ الأَمْرِ بِعِبَادَتِهِ ، فَقَالَ جَلَّ شَأْنُهُ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ {وَقَضى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوْآ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا}. وَجَعَلَ اللهُ بِرَّ الوَالِدَيْنِ مِنْ أَعْظَمِ الْأَعْمَالِ وَأَحَبِّهَا إِلَيْهِ، فَقَدْ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: (الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ثُمَّ بِرُّ الوَالِدَيْنِ قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ
Sungguh Allah menjadikan untuk dua orang tua suatu tempat yang agung yang tidak buat rumah olehmu. Allah menjadikan, menghormati kedua orang tua serta keridloannya yang besar. Serta mengingatkannya setelah perintah beribadah. Allah berfirman : (Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak). Allah menjadikan berbuat baik kepada kedua orang tua salah satu amal yang besar dan di cintaiNya. Dan dikata oleh Nabi Muhammad SAW. Amal apa yang dicintai Allah ? Nabi bersabda :  Sholat tepat  pada waktunya, kemudian apalagi ? Nabi bersabda : berbuat baik kepada kedua orang tua, kemudian apalagi ? Nabi bersabda Berjuang di jalan Allah.
وَكَذَلِكَ لِلْمُعَلِّمِ، المُعَلِّمُ لَهُ فَضْلٌ كَبِيْرٌ عَلَيْنَا. وَعَلَيْنَا أَنْ نَحْتَرِمَهُ وَنُقَدِّرَهُ وَنُجَلِّهُ، فَهُوَ فِيْ مَقَامِ الْوَالدِ لِكلِّ طَالِبٍ مِنْ طُلَّابِهِ. وَاْلأُمَّةُ الَّتِيْ لَا تَحْتَرِمُ وَلَا تُقَدِّرُ مُعَلِّمِيْهَا أُمَّةٌ مُتَأَخِّرَةْ. وَقَدْ بَيَّنَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضْلَ المُعَلِّمْ فَقَالَ: إنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّموَاتِ وَاْلأَرْضِ، حَتَّى النِّمْلَةَ فِيْ جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوْتَ فِيْ جَوْفِ الْبَحْرِ، لِيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيْ)        
Begitu juga dengan untuk para guru. Guru mempunyai keutamaan yang besar bagi kita. Sesungguhnya bagi kita wajib memulyakan, menghormati, mengagungkan, dan dia dalam kedudukan seperti orang tua bagi setiap siswa/siswinya. Dan umat yang tidak memulyakan, menghormati gurunya adalah umat yang terbelakang.  Dan sungguhnya dan Nabi Muhammad SAW menerangkan kepada kita keutamaan guru maka Nabi bersabda : sesungguhnya Allah dan para malaikat serta para penduduk langit dan bumi. Bahkan semut dalam lubang nya dan bahkan ikan paus di tengah laut, untuk berdoa atas para guru baik
أَيُّهَا السَّادَاتُ الكِرَامُ!
اَلْاِحْتِرَامُ إِلَى الْوَالِدَيْنِ وَاْلمُعَلِّمِ هِيَ طَاعَتُهُمْ، وَإِظْهَارُ اْلحُبِّ وَاْلاِحْتِرَامِ لَهُمْ. وَمِنْهَا: مُسَاعَدَتُهُمْ بِكُلِّ وَسِيْلَةٍ مُمْكِنَةٍ، بِالْجُهْدِ وَالْمَالِ، وَاْلإِنْصَاتُ إِلَيْهِمْ عِنْدَمَا يَتَحَدَّثُوْنَ، وَعَدَمُ التَّضَجُّرِ وَإظْهَارِ الضَّيْقِ مِنْهُمْ، وَغَيْرُهَا.
فَلِذَلِكَ، حَيَّا نَحْتَرِمُ وَالِدَيْنَا وَمُعَلِّمِنَا بِكُلِّ اْلأَعْمَالِ، فِيْ حَيَاتِهِمْ وَبَعْدَ مَوْتِهِمْ، بِأَنْ يَدْعُوَ لَهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ.
Para yang mulya yang terhormat.
Menghormati kepada orang tua dan guru dalam ketaatan kepada mereka. Tampak kecintaan dan kemulyaan bagi mereka. Seperti : membahagiakan mereka Dalam setiap cara yang mungkin, juhut dan harta, dan mendengarkan mereka ketika mereka berbicara, dan tidak untuk mempersempit mereka dan menunjukkan bahwa Anda marah, dan lain-lain.

كَفَيْتُ كَلاَمِيْ هُنَا، وَاِذَا وَجَدْتُمْ مِنِّيْ خَطَيَاتٍ أَطْلُبُ العَفْوَ مِنْكُمْ . شُكْرًا عَلَى حُسْنِ اهْتِمَامِكُمْ.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Cukup sampai disini pembicaraanku. Manakalah ditemukan kesalahan dari saya. Mohon maaf ya sebesar-besarnya. Terima kasih atas perhatiannya.

pidato bahasa arab 2. Menjacari Ilmu



طَلَبُ العِلْمِ
الحَمْدُ للهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالقَلَمِ,عَلَّمَ الإنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ, أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ الله, الَّذِي فَضَّلَ بَنِي اَدَمَ بِالعِلْمِ وَالعَمَلِ عَلَي جَمِعِ العَالَمِ,وأشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَ نَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ العَرَبِ والعَجَمِ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَي عَبْدِكَ وَرَسوْلِكَ محَمَّدٍ وَعَلي ألِهِ وَأَصْحَابِهِ يَنَابِيْعِ العُلُوْمِ والحِكَمِ. وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ.                          
إِخْوَانِي فِي نَفْسِ الوَطَنِ.........                                              
طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ فَرَّضَ اللهُ عَلَي كُلِّ مُكَلَّفٍ ذَكَرٍ وأُنْثَي, العِلْمُ أَجْمَلُ حِلْيَةٍ يَتَحَلَّي بِهَا العَالِمُ, كَقَوْلِهِ تَعَالَي "يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ أَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُتُوْا العِلْمَ دَرَجَاتٍ"                                                                        
أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ فيِ السُرُوْرِ....                                              
وَيَجِبُ عَلَي الأَبَاءِ تَرْبِيَةُ الأَبْنَاءِ وَالبَنَاتِ, وَإِدْخَالُهُمْ فِي المدَارِسِ وَالمعَاهِدِ لِيَبْتَغُوْا تَرْبِيَّةً نَافِعَةً لِلدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالأَخِرةِ, لِذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ : "أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا اَدَابَهُمْ".                                                                         
عَنْ مُعَاذٌ بِنْ جَبَلْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ تَعَلَّمُوْا العِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ حَسَنَةٌ وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ وَمُذَكَرَتَهُ  تَسْبِيْحٌ وَالبَحْثَ عَنْهُ جِهَادٌ وَبَذْلَهُ قُرْبَةٌ وَتَعْلِيْمَهُ لِمَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ.
وَاعْلَمُوْا ....خَيْرُ النَّاسِ أَنْ يَكُوْنَ فُدْوَةً حَسَنَةً فِي الخَيْرِ. وَبِهِ قَالَ النَّبِي صَلَّي اللهِ عَلَيْهِ وسَلّمَ "مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أجْرُهُ وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَي يَوْمِ القِيَامَةِ"      إِخْوَانِي المُسْلِمِيْنَ المتَوَطِّنِيْنَ.........
   إِلَي هُنَا خُطْبَتِي وَاللهُ الموَافِقُ إِلَي أَقْوَامِ الطَرِيْقِ          
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته                 






MENCARI ILMU

Saudara2 sebangsa dan setanah air
Mencari ilmu adalah salah satu kewajiban yang dibebankan bagi setiap orang laki2 maupun perempuan. Dan ilmu itu merupakan perhiasan terbaik yang dipakai manusia seperti firman Allah " Allah akan mengangkat diantara kalian derajat orang yang beriman dan memiliki ilmu"
Hadirin yang bahagia…
Seorang bapak wajib mendidik putra-putrinya atas memasukkan mereka ke bangku sekolah atau pondok pesantren, agar mendapat pendidikan yang berguna bagi agama, dunia ,dan akhirat. Seperti sabda Nabi " mulyakanlah putra-putrimu dan didiklah akhlaknya.

Sahabat Mu'ad bin Jabal berkata carilah ilmu karena mencari ilmu itu tergolong perbuatan baik dan ibadah. mempelajari ilmu pahalanya seperti membaca tasbih, mengajarkan ilmu kepada yang belum mengerti pahalanya sama seperti sodakoh.
 Ketahulaih ……
Sedangkan sebaik-baik manusia adalah menjadi teladan dalam kebaikan. Sebagaimana yang disabdalan Nabi Muhammad yang artinya : Barang siapa yang menciptakan kebaikan lalu diikuti oleh orang banyak, maka ia mendapatkan pula pahala mereka sampai hari qiyamat.
Saudara2 seiman sebangsa dan setanah air.
Sampai disini pidato saya semoga Allah memberi taufiq

pidato bahasa arab 1. Membelanjakan Harta Dalam Kebaikan



تَصَرُّفَاتُ ألأمْوَالِ في الخَيْرَاتِ.
الحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ هَذَا المَالَ وَسِيْلَةً مِنْ وَسَائِلِ الأخِرَةِ, أشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ الله الَّذِي أمَرَ بالأحْرَاسِ مِنَ المَالِ لأَِنَّهُ مِنَ الفِتَنِ الفَاجِرَةِ,وأشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَ نَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي كَانَ هَمَّهُ أخِرَتَهُ لاَدَارَهُ الحَاضِرَةَ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَي عَبْدِكَ وَرَسوْلِكَ محَمَّدٍ وَعَلي ألِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَي يَوْمِ الدِّيْنِ. وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَي في كِتَابِهِ العَزِيْزِ :     لإِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلإِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّعَذَابِيْ لَشَدِيْدْ.                          
إِخْوَانِي فِي نَفْسِ الوَطَنِ.........                                               
إِنَّ نِعَمَ اللهِ عَلَي عِبَادِهِ لاَ تُحْصَي. وَشُكْرُ المُنْعِمِ وَاجِبٌ. واللهُ يُعْطِي النِّعَمَ لِيَبْتَلِيَ مَنْ يُنْعَمُ عَلَيْهَا بِهَا هَلْ يَشْكُرُ فَيَزِيْدُهُ أَمْ يَكْفُرُ نِعْمَةَ اللهِ فَيُنْتَقَمُ مِنْهُ. كَقَوْلِهِ تَعَالَي"لإِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلإِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ"            وَمِنْ أعْظَمِ نِعَمِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَي السَّعَةُ فِي الرِّزْقِ وَوَفْرَةٌ المَالِ لِعِبَادَةِ اللهِ. وَمِنَ الشُكْرِ عَلَي نِعْمَةِ الغِنَي بِالمَالِ إخْرَاجُ مَا وَجَبَ بِهِ مِنَ الزَّكَاةِ وَحُقُوْقٍ وَمَا نُدِبَ إلَيْهِ مِنْ صَدَقَةٍ وَإحْسَانٍ إِلَي الضُّعَفَاءِ وَصِلَةِ رَحِمِ مَنْ لَهُ رَحِمٌ يَصِلُهُ بِهِ, فَالإِنْفَاقُ فِي سَبِيْلِ الخَيْرِ كَمُسَاعَدَةِ الفُقَرَاءِ والمَسَاكِيْنِ وَبِنَاءِ المَسَاجِدِ وَالمَعَاهِدِ والمَدَارِسِ وَبُيُوْتِ اليَتَامَي. كُلُّ ذَلِكَ مِنْ شُكْرِ نِعْمَةِ المَالِ يَتَعَدَّي النَّمَاءَ وَالبَرَكَةَ
وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْ يَكُوْنَ فُدْوَةً حَسَنَةً فِي الخَيْرِ. وَبِهِ قَالَ النَّبِي صلَّي الله عليه وسلّم "مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أجْرُهُ وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَي يَوْمِ القِيَامَةِ"      إِخْوَانِي المُسْلِمِيْنَ المُتَوَطِّنِيْنَ.........                                           
أَنْفِقُوْا مِنْ أَمْوَالِكُمْ عَلَي إِخْوَانِكُمُ المُحْتَاجِيْنَ وَ أَنْفِقُوْا فِي سَبِِيْلِ الخَيْرِ         وَلاَ تَبْخَلُوْا إنْ أَرَدْتُمْ وُسْعَةَ الرِّزْقِ فَإِنَّهُ سَيُبْدِلُهُ اللهُ وَيُضَاعِفُهُ أَضْعَافاً مُضَاعَفَةً. رُوِيَ فِي أَحَدِ الأَحَادِيْثِ أَنَّ الرَّجُلَ جَاءَ إِلَي النَّبِي صلَّي الله عليه وسلّم فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ الله إِنِّي ذُوْ مَالٍ كَثِيْرٍ وَذُوْ مَالٍ كَثِيْرٍ وَذُوْ أهْلٍ وَحَاضِرَةٍ فَأَخْبِرْنِي كَيْفَ أصْنَعُ وَكَيْفُ أنْفِقُ ؟ فَقَالَ النَّبِي صلَّي الله عليه وسلّم تُخْرِجُ الزَّكاَةَ مِنْ مَالِكَ فَإِنَّهَا طُهْرَةٌ تُطَهِّرُكَ وَتَصِلُ أَقْرِبَائَكَ وَتَعْرِفُ حَقَّ المُسْكِيْنِ وَالجَارِ والسَّائِلِ
إِخْوَانِي الكَرِيْمِ......................                                        
نَحْنُ كَمُسْلِمِيْنَ أَخْرَجْنَا الزَّكاَةَ لَيْسَتْ لِمُجَرَّدِ الفُقَرَاءِ بَلْ ِلأَجْلِ اللهِ. وَلَوْأَنَّنَا نَقُوْمُ بِأَوَامِرِ اللهِ مِثْلَ الصَّلاَةِ وَالزَّكاَةِ وَالصَّوْمِ وَغَيْرِهَا لَمَا بَقِيَ إِخْوَانُنَا الفُقَرَاءِ وَلاَ يَجِدُوْنَ قُوْتَ يَوْمِهِمْ بَلْ حَيَاتُهُمْ فِي الإِطْمِئْنَانِ وَمَمْلُوْءَةٌ بِالبَرَكَةِ. قَالَ النَّبِي صلَّي الله عليه وسلّم :مَامِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الِبَادُ فِيْهِ إَلاَّ وَمَلَكاَنِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدَ هُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلَفاً, وَيَقُوْلُ الأَخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً.           
وَيَتَأَكَّدُ ذَلِكَ بِوُرُوْدِ الخَبَرِ عَنِ النَّبِي الصَّادِقِ أَنَّهُ قَالَ : مَا نَقَصَ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ. وَقَالَ أَيْضاً وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كاَنَ قَبْلَكُمُ الشُّحُّ.                 
   إِلَي هُنَا خُطْبَتِي وَاللهُ المُوَافِقُ إِلَي أَقْوَامِ الطَرِيْقِ          
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته                 
Saudara2 sebangsa dan setanah air
Nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita sangatlah banyak sekali. Maka sudah semestinya kita mensyukurinya. Allah memberikan nikmat kepada kita adalah untuk menguji apakah kita bersyukur yang kemudian Allah akan melipat gandakannya, atau kita mengkufurinya maka sesungguhnya siksanya sangatlah pedih seperti  firman Allah :
Diantara nikmat Allah yang besar adalah nikmat kesehatan dan kekayaan sebagai modal beribadah kepada Allah SWT.
Dan diantara cara mensyukuri nikmat kekayaan ada;ah mengeluarkan zakatnya atau menggunakannya dalam kebaikan, seperti menolong fakir miskin, mempererat tali persaudaraan, pembangunan masjid, musholla, sekolah, pondok, yayasan yatim piatu dan lain sebagainya. Semua tadi termasuk cara mensyukuri nikmat harta benda yang dapat menyebabkan harta tersebut bertambah dan barokah.
Sedangkan sebaik-baik manusia adalah menjadi teladan dalam kebaikan. Sebagaimana yang disabdalan Nabi Muhammad yang artinya : Barang siapa yang menciptakan kebaikan lalu diikuti oleh orang banyak, maka ia mendapatkan pula pahala mereka sampai hari qiyamat.
Saudara2 seiman sebangsa dan setanah air.
Marilah kita menyisihkan sebagaian harta benda kita kepada saudara2 kita yang membutuhkan pertolongan. Dan bagi saudara2 kita yang ingin mendapat rizki yang luas jangan suka pelit untuk mendermakan harta bendanya, insya Allah, akan diganti dan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Hal itu juga diceritakan dalam salah satu  hadits “Terdapat seorang laki2 yang menghadap Nabi sambil melapor : Wahai utusan Allah, saya memiliki harta benda yang banyak, bagaimana cara membelanjakannya ? nabi menjawab: Keluarkan zakat harta bendamu, sebab ia bisa membersihkan dan mempererat kekeluargaanmu serta mengetahui hak2 orang miskin dan tetangga yang membutuhkan.
Saudara2ku yang budiman
Sebagai orang muslim kita mengeluarkan zakat bukan berarti mengharapkan adanya fakir dan miskin. Kalau kita dengan sungguh2 melaksanakan perintah agama Islam seperti sholat, puasa, zakat, dan lain sebagainya. Tentunya tidak ada saudara2 kita yang kekurangan. Kehidupan mereka terasa tentram, serta mendapatkan berkah dari Allah SWT. Nabi Bersabda : “Pada suatu pagi seluruh hamba akan didatangi dua malaikat yang berdo’a.  ya Allah semoga engkau mengganti rizki terhadap hamba engkau yang gemar berderma. Yang satunya lagi berdo’a ya Allah semoga engkau mengganti rizki dengan kerusakan bagi hamba engkau yang tidak gemar berderma.” Hal itu juga dipertegas lagi oleh Nabi dalam sabdanya yang artinya : “Tidak akan berkurang harta benda yang didermakan. Dan takutlah kalian dengan perbuatan pelit sebab kerusakan umat sebelum kalian adalah memilikii sifat pelit.